Banyak petani yang enggan beralih ke budidaya tanaman cabe merah.Berbagai macam alasan yang mereka utarakan.Mulai dari rumitnya perawatan, sampai dengan membutuhkan biaya yang lumayan mahal.Sebenarnya perawatannya tidak begitu rumit sesuai yang banyak sebagian petani bayangkan, dan tidak perlu biaya banyak pun bisa dilakukan.Intinya petani terlebih dahulu butuh pemahaman tentang budidayanya.
Berikut uraian singkat bagaimana cara budidaya cabe merah yang baik dan benar.
1.PEMILIHAN BENIH
Benih dapat diperoleh dengan cara membuat sendiri atau dengan membeli benih kemasan dari beberapa produk penyedia benih cabe merah yang banyak dijual di toko pertanian.
Untuk benih dengan membuat sendiri,hal yang harus diperhatikan adalah benih berasal dari tanaman cabe yang sehat dan tahan terhadap hama penyakit,buah cabe yang akan dijadikan benih harus petikan ke 6-9.Karena di masa itulah pembentukan biji cabe betul- betul sempurna.
Dan untuk benih dari kemasan produk,pilihlah benih yang benar-benar tahan terhadap hama penyakit.
2.PEMBUATAN BENIH
Potonglah 1/3 bagian ujung dan pangkal biji cabe.Ambil bagian tengahnya saja.Kemudian keluarkan biji cabe dengan cara membelah bagian kulit cabe dan biji dikeluarkan dengan menggunakan lidi.
Langkah selanjutnya adalah pemilihan biji cabe yang bagus untuk ditanam,yaitu dengan cara masukkanlah biji cabe tadi kedalam ember yang berisikan air jernih.Buanglah biji cabe yang terapung.Biji yang tenggelamlah yang baik untuk digunakan.Selanjutnya keringkan biji cabe dengan cara dikering anginkan,jangan dijemur terkena matahari langsung.Setelah benar-benar kering biji cabe siap dijadikan benih.
3.PERSIAPAN MEDIA SEMAI
Media semai dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan tebar dibedengan atau dengan menggunakan polybag plastik atau daun pisang.
Sebelum dilakukan penyemaian terlebih dahulu kita harus menyediakan tanah untuk persemaian.
Sediakan tanah yg gembur dan kompos sesuai dengan kebutuhan dengan perbandingan 1:1.
4.PENANAMAN BENIH
Tanamlah benih di media yang telah dipersiapkan.Jika dengan cara tabur penanaman dilakukan dengan cara sistem alur.Agar bibit yang tumbuh nantinya tidak terlalu rapat.Jika penanaman dengan menggunakan polybag, masukkanlah benih kedalam lubang kira2 0,5cm.Dan benih dimasukkan 1 biji per lubang.Kemudian tutup lubang dengan tanah yang gembur.Jangan tutup dengan tanah yang menggumpal.Setelah benih sudah tertutup semua, siramlah benih yang sudah ditanam tadi.
Langkah selanjutnya tutuplah dengan menggunakan karton atau goni.Berikutnya, buatlah naungan dengan menggunakan plastik putih transparan agar sinar matahari dapat masuk.Hari ke 5-7 benih mulai tumbuh serentak.
5.PEMBUATAN BEDENGAN
Bedengan dibuat memanjang mengarah timur- barat.Lebar bedengan 100-120 cm,tinggi 20-30cm,dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.Usahakan panjang bedengan maximal 20 m.Lebar parit bedengan 50-70 cm.
6.PEMBERIAN PUPUK DASAR
Pupuk dasar yang digunakan ada 2 jenis,yaitu kompos dan pupuk kimia.Untuk kompos gunakan kotoran hewan seperti kotoran sapi,ayam ataupun kambing.Usahakan gunakan kotoran hewan yang sudah matang atau yang sudah difermentasi.Taburkan kotoran hewan tersebut merata diatas bedengan.Setelah itu tutup sekaligus ratakan.Biarkan hingga 1 minggu sampai terkena hujan.1 minggu kemudian taburkan pupuk dasar kimia,Ponska+TSP+Urea.Biarkan sampai 1 minggu sampai pupuk benar benar larut tercampur dengan tanah.
7.PEMASANGAN MULSA
Pemasangan mulsa dilakukan seminggu setelah pemberian pupuk dasar kimia.Tujuan pemasangan mulsa adalah untuk menghindari tumbuhnya gulma sekaligus untuk menjaga kelembaban tanah.Pakailah mulsa hitam perak yang banyak dijual di toko pertanian.Pemasangan mulsa dianjurkan saat terik matahari,dengan tujuan agar mulsa mudah ditarik saat pemasangan.Pasanglah mulsa dengan bagian perak diatas dan warna hitam di bagian bawah.Gunakan penjebit bambu untuk menjepit bagian tepi mulsa.
8.PEMBUATAN LUBANG TANAM
Lubangi mulsa dengan menggunakan alat pelubang.Jarak antar lubang 60-70cm.Buatlah sistem zigzag.
8.PENANAMAN BIBIT
Bibit yang baik untuk ditanam harus berumur 20-25 hari.Sebelum ditanam buatlah lubang tanam dengan menggunakan tugal.Besarnya diameter tugal disesuaikan dengan diameter polybag.Kedalaman lubang tanam juga disesuaikan dengan tinggi polybag.Penanaman dilakukan pada pagi hari antara pukul 6-10 pagi,dan untuk sore hari pada pukul 4-6.Tekan kuat pada pangkal bibit agar bibit benar-benar kokoh dan tidak mudah rebah.
9.PEMASANGAN AJIR
Panjang ajir 100-120cm dengan lebar 2 jari.Pemasangan ajir dilakukan 3 hari setelah tanam.Karena pada saat itu akar tanaman belum melebar.Ajir dipasang dengan cara miring seperti pada gambar.
10.PEMELIHARAAN TANAMAN
Pemeliharaan tanaman meliputi,pemupukan,perlindungan hama penyakit dan penyiangan.
-PEMUPUKAN.
Pemupukan pertama dilakukan pada umur 1 minggu setelah tanam.Pemupukan dilakukan dengan sistem kocor.Pupuk yang digunakan Ponska+ZA.Untuk dosis pemupukan disesuaikan dengan kondisi tanaman.Pemupukan dilakukan 7 hari sekali.Pemupukan dilakukan sebanyak 6-8 kali.Untuk pemupukan ke 2 dan seterusnya gunakan pupuk kimia Ponska+KCL.
-PERLINDUNGAN HAMA DAN PENYAKIT.
Perlindungan hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida sistemik maupun kontak.Lakukan penyemprotan insektisida sebelum tanaman terserang hama.Hama pada tanaman cabe meliputi,ulat,trips dan kutu-kutuan.Untuk jenis insektisida dapat anda tanya di toko pertanian.Konsultasikan dengan pemilik/penjaga toko insektisida yang cocok untuk perlindungan hama tanaman cabe.
Kemudian untuk perlindungan terhadap penyakit,biasanya dilakukan penyemprotan Fungisida.Karena sebagian besar penyakit tanaman cabe disebabkan oleh jamur.Fungisida yang digunakan,banyak berbagai merek yang ada di toko pertanian.Konsultasikan dengan pemilik/penjaga toko,jenis fungisida yang cocok untuk perlindungan tanaman cabe.
Penyemprotan pestisida dilakukan dengan interval 4 hari sekali.Jangan tunggu sampai hama dan penyakit menyerang tanaman Anda baru dilakukan penyemprotan.Lebih baik mencegah daripada mengobati.Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada pagi hari antara pukul 6-10 dan sore hari antara pukul 4-6.
-PENYIANGAN
Penyiangan dilakukan sebelum gulma tumbuh lebih banyak.Agar saat saat pencabutan gulma tidak mengganggu akar tanaman cabe.
11.PEMANENAN
Tanaman cabe mulai panen pada umur 70-90 hari setelah tanam.Tergantung dari jenis varietas tanaman.Petik buah cabe yang benar-benar sudah matang yaitu dengan ciri-ciri hampir seluruh kulit buah cabe berwarna merah.Cabe dapat dipanen 12-15 kali petikan.Bahkan kalau kondisi tanaman benar-benar sehat bisa lebih dari 17 kali.Interval petikan 4 hari sekali.
Demikianlah uraian singkat tentang budidaya tanaman cabe merah.Semoga bermanfaat.Untuk pengetahuan lebih mendalam konsultasikan dengan petani yang sudah berpengalaman.Terima Kasih.







Comments
Post a Comment